Rabu, 24 Oktober 2012




If we claim we are truly from the people of "Alhamdulilah" the we shouldn't coumplain

The power of Salah can not be explained, but it can be experienced :)

"Jadikan Agama sebagai Syarat Utama "


Barangsiapa menikahi wanita karena kehormatannya (jabatannya), maka Allah hanya akan menambahkan kehinaan. 

Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya, maka Allah tidak akan menambah kecuali kefakirannya.

 Barangsiapa yang menikahi wanita karena nasabnya (kemuliaannya), maka Allah hanya akan menambahkan kerendahan. 

Dan barangsiapa yang menikahi wanita karena ingin menutupi (kehormatan) matanya, membentengi farjinya, dan mempererat tali silaturrahmi, maka Allah akan menambahkan barakah-Nya kepada (suami) dan istrinya (dalam kehidupan keluarganya).” (HR. Thabrani).

 Rasulullah Saw bersabda: “Jangan kalian menikahi wanita karena kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran. 

Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaan semata, boleh jadi kekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. 

Tetapi nikahilah wanita itu karena agamanya. Sesunggunya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapi taat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik tapi tidak beragama).” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)



"Kemuliaan seorang Wanita Shalehah"

Wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, 
mengalahkan tumpukan emas
intan dan permata serta perhiasan dunia apapun. 
Hanya wanita shalihlah yang mampu melahirkan generasi robbani yang selalu siap memikul risalah Islamiyah menuju puncak kejayaan.

Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Alloh. Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan.
 Jika ia wafat, Alloh akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rosulullah Saw. dalam sabdanya, 

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”.(HR.Muslim).


Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Alloh Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Alloh dan Rasul Nya. Make-up nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Alloh. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. (SUBHANALLAH)
 

Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri.

Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. 

Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Alloh semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Ia juga selalu menjaga akhlaknya. 

Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya. 



Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make-up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia “polos” tanpa make-up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya. 


Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rosululloh saw bersabda, ”Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.” (HR Thabrani dan Hakim). 

Kamis, 18 Oktober 2012

Semoga Penantianku Berakhir dgn Indah


"assalamuallaiku,,, wr.wb
sungguh bahagianya bila segala penantian hidup telah tiba,
menanti sang kekasih yg sudah Allah suratkan,
menanti dia yg slalu tersimpan dalam setiap peraduan Do'a.
menanti hari dimana akan menjalin hubungan yg sudah sah dalam agama

saya sebagai hawa ,, 
tidaklah mudah untuk mndapatkan penantian yang begitu indah
saya masih wanita biasa yg banyak kekurangan 
yang slalu berharap besar bisa menemukan dia (Adam) yg shaleh
karena wanita yg baik pasti untuk lelaki yang baik juga,
begitu juga sebaliknya,

saya sebagai hawa
yang berstatus hamba ini 
hanya bisa berusaha menjadi wanita akhir zaman 
yang patuh dalam syari'at agama ISLAM
berusaha tegar dalam do'a
berusaha melawan nafsu walau hanya sebutir debu
menghantam ombak bagai karang, d mana Allah slalu menitipkan ujian didalamnya.

saya sebagai hawa
yang slalu ingin mencintai Allah 
dengan rasa penuh keikhlasan
karena tujuanku di balik "Penantian yg Berakhir Indah"
hanyalah mencari "Keredhaan dari NYA Allah Azza wazalla

wahai adam yg entah siapa dirimu,
berstatus apakah dirimu,,,
berjabat apakah tahtamu
setampan apakah wajahmu
dan sekaya apakah duniamu,
 AKU TIDAKLAH PEDULI
SANGAT TIDAK PEDULI

yg aku mau,,wahai adam
setinggi apakah Imanmu,,
sampai manakah kau mengenal Tuhanmu,,
sejauh manakah kau mengenal agama islam mu
sedalam apakah rasa cintamu untuk Nabimu

hanya itu yang aku nanti dari mu (adam)



by:Shinta Rista D 

Sabtu, 13 Oktober 2012

jilbabku



Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.
Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.
Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.
Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik
dan sok bau surga.
Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas.
Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.
Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.
Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)
Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…
…Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…
Manusia dibekali akal oleh Alloh
Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya
Dan, there is only one choice
Baik dan Buruk
Benar dan Salah
Surga dan Neraka
Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut
“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116).
Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)
“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).